Langkah Presiden Joko Widodo membatalkan Budi Gunawan sebagai calon Kapolri tidak cukup dan tidak menyelesaikan masalah.
"Apabila sekadar membatalkan pencalonan Budi Gunawan sebagai calon Kapolri, bukankah hal tersebut bisa diambil jauh-jauh hari sebelum kekisruhan ini semakin meluas?" kata peneliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK), Miko Ginting, beberapa saat lalu (Kamis, 19/2).
Menurut Miko, Presiden Joko Widodo seharusnya bisa bersikap tegas untuk menghentikan semua tindakan kriminalisasi terhadap KPK. Sikap Presiden untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang Pelaksana Tugas Pimpinan KPK adalah langkah yang justru melegitimasi dan membiarkan tindakan kriminalisasi terhadap KPK.
"Dengan menerbitkan Perppu, Presiden Joko Widodo sama saja menyatakan bahwa rangkaian penetapan tersangka terhadap Komisioner dan penyidik KPK adalah penegakan hukum biasa, bukan tindakan kriminalisasi yang sistematis," ujar Miko.
Lebih lanjut Miko menilai sikap Presiden yang memilih untuk memberhentikan sementara pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan bukan menghentikan kriminalisasi, menunjukkan tidak berpihaknya Presiden kepada gerakan pemberantasan korupsi yang sedang dilumpuhkan dari berbagai sisi.
"KPK harus terus bergerak memberantas korupsi. Kami mendesak KPK untuk melanjutkan kasus Budi Gunawan dan dengan kasus-kasus tindak pidana korupsi lain yang sedang ditangani oleh KPK," ungkap Miko.
Sedang mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menilai kebijakan yang di keluarkan Jokowi terkait KPK vs Polri adalah barter yang win-win solusion
Mahfud MD menilai, keputusan Jokowi itu adalah jalan keluar yang bagus untuk kondisi saat ini. Ini bukan pilihan ideal, tapi inilah pilihan yang paling realistis,” jelasnya kepada Kantor Berita Politik Rmol tadi malam (18/2).
Dengan keputusan ini, posisi Polri dan KPK jadi seri. Budi tidak jadi dilantik sebagai Kapolri sedangkan Abraham Samad dan Bambang Widjojanto harus keluar dari KPK.
Iya lah, bisa saja dibilang seri dan bisa juga orang bilang win-win solution. Yang jelas, ini yang terbaik dari pilihan yang tersedia,” jelasnya. [rmol/pkn]