Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Pentagon, mengembangkan mesin cari internet baru. Namanya Memex dan konon lebih canggih dari Google.
Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA), lembaga riset Dephan AS, selama sekitar setahun ini mengerjakan proyek Memex. Tujuan pembuatannya adalah, untuk melacak informasi di internet yang tidak bisa dijangkau mesin cari seperti Google.
Rupanya, ada banyak sekali website yang tak akan muncul jika diubek-ubek mesin pencari pada umumnya dan hanya bisa diakses oleh software khusus. Dan ternyata pula, jumlahnya sangat banyak. Diperkirakan mengandung sampai 900 miliar halaman web.
Biasanya, situs semacam itu dimanfaatkan oleh para pelaku kriminal agar tak gampang dilacak. Contohnya saja bandar narkoba atau pedagang manusia. Karena itu, penegak hukum perlu dimudahkan untuk mengaksesnya.
"Kami ingin meningkatkan kecanggihan pencarian online. Juga mudah untuk digunakan," kata Chris White, Program Manager DARPA yang
detikINET kutip dari
Tech Times, Senin (16/2/2015).
Memex sendiri adalah singkatan dari memory dan index. Saat ini, produk tersebut sudah diujicoba, antara lain oleh aparat di kota New York untuk mengungkap kasus perdagangan manusia.
Mesin pencari seperti Google, Bing atau Yahoo memang tujuannya komersial dan diperkirakan hanya mampu mengindeks 5% saja dari keseluruhan internet. Jadi hanya permukaannya. Berbeda dengan Memex yang tujuan utamanya membongkar sisi gelap dunia maya.
DARPA meyakini kalau Memex nantinya bermanfaat besar bagi pemerintah dan militer atau bahkan perusahaan. Saat ini, search engine itu masih berada dalam tahap prototipe.
Ini Dia Sosok Pembuat Mesin Pencari MemexNama Christopher White belakangan santer terdengar di dunia maya. Ia adalah program manager di Defence Advance Research Projects Agency (DARPA) yang mengetuai proyek Memex, sebuah mesin pencari untuk Dark Web.
Nama Memex sendiri diambil White dari sebuah artikel yang dipublikasikan pada tahun 1945 di The Atlantic, yang berjudul 'As We May Think', demikian dilansir
detikINET dari
Upstart, Rabu (18/2/2015).
Penulis artikel tersebut memprediksikan sebuah alat pada masa yang akan datang, dimana bisa membuat penggunanya mencari memori, dan menurutnya nama yang cocok untuk alat tersebut adalah Memex.
Sebelum membuat Memex, White adalah orang yang membuat dan menjalankan proyek DARPA lain bernama XDATA, yang merupakan bagian dari inisiatif Big Data yang dicanangkan oleh Barrack Obama.
Ia juga adalah pembuat Open Catalog, sebuah alat yang bisa mengorganisir dan memfasilitasi akses ke aplikasi dan publikasi open source yang didanai oleh pemerintah AS.
Sebelum jadi salah satu peneliti di agensi milik Departemen Pertahanan Amerika Serikat itu, White pernah menjadi staf khusus komandan NATO International Security Assistance Force. White juga adalah bekas bos DARPA di Afghanistan.
Setelah menyelesaikan tugasnya di Afghanistan, Ia menjadi bagian dari tim yang mendapat penghargaan dari Leon Panetta, yang saat itu menjabat sebagai Menhan AS. Atas jasa-jasanya sebagai staf pendukung di medan perang, White dianugerahi Joint Meritorious Unit Award. [detik]