Beberapa hari ini hati rakyat dibuat gembira. Sangat terhibur melihat lawakan ala Ahok yang semakin sempurna menjadi badut dalam aneka adegan kocaknya.
Badut dari Bangka Belitung itu punya mimpi dan ambisi yang membara, walhasil merubah jalan hidupnya serba lucu-lucuan di panggung politik.
Dan hebatnya, badut yang satu ini sungguh mahir menyihir perasaan dan akal sehat penonton. Demi mencapai tujuan, rupa cara dibuat.
Mulai dari berpura-pura jujur tapi sesungguhnya berwatak maling. Sok jadi jagoan namun bermental anjing yang cuma bisanya menggonggong. Ngaku paling bermoral tapi licik, khianat dan penjilat, hingga segala tipu muslihat.
Saya jadi ingat tentang cerita anjing kurap dan kawanan srigala yang bekerjasama untuk tujuan mencuri daging, tapi kemudian terjebak masuk perangkap.
Itu kisah anjing benaran. Tapi kalau cerita Ahok jauh lebih sial, lantaran doyan makan daging anjing membuat dirinya menjadi buas dan rakus kekuasaan.
Ibarat dunia binatang, anjing berteman kodok jelas unik dan terlihat aneh. Tapi karena sama-sama binatang peliharaan, mereka dibuat akur dan saling membela untuk tujuan mempertahankan lapaknya.
Gaya dan penampilan mereka sangat tergantung pada arahan sang majikan. Dan lucunya, ternyata si majikan yang handal memelihara dua ekor binatang itu juga berwatak hewani .
Sebagai manusia yang bermartabat dan punya akal sehat, saya kira perlu memaklumi bahwa kehadiran dua ekor binatang itu tak lebih adalah sirkus !
Kecuali kalau sudah mulai berubah menjadi buas, mencuri dan mengancam ketentraman hidup orang banyak, ya segera tangkap lalu kandangi !
***
Faizal AssegafKetua Progres 98
pin: 7DEC4493