Ribuan warga Kabupaten Ponorogo tumplek blek di area persawahan Desa/Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Jumat (6/3/2015). Mereka sejak pagi tadi rela kepanasan demi menunggu kehadiran Presiden Jokowi.
Mereka rela menceburkan diri ke lumpur sawah hingga nyaris tubuhnya bermandikan lumpur demi bisa berjabat tangan langsung Jokowi. Presiden ini akan ikut panen padi di lokasi ini. Namun 700 meter sebelum lokasi sudah lebih dulu disterilisasi.
Namun semua tak terbendung. Ribuan warga tetap menyerbu presiden yang sudah dikenal dengan blusukannya ini. Mereka rela berpanas-panasan di tengah persawahan.
"Saya tidak mau pindah jauh dari Mesin Tanam yang akan dibagikan Presiden ini. Saya ingin melihat dari dekat Pak Jokowi. Saya hanya bisa melihat di TV. Hari ini saya harus bisa menyentuh Pak Presiden," kata Sumiran.
Pria ini tampak penuh dengan mandi lumpur dan keringat. Lagi-lagi, dia terus setia dan tetap berada di lokasi menjaga mesin tanam.
Hal yang sama disampaikan Ny Mitun (55) yang rela duduk di pematang sawah lokasi panen raya. Perempuan ini ingin berjabat tangan dengan Presiden yang dikenal fenomenal itu.
"Ayo mari teman-teman kita tidak pindah dari sini (lokasi panen raya) agar bisa berjabat tangan dengan Pak Presiden yang suka blusukan," teriak Mitun yang enggan disuruh minggir oleh petugas Pas Pampres itu.
Sementara sejak tiba di lokasi, Jokowi yang dikawal ketat itu langsung menunjukkan ciri khasnya berjalan santai dan senyum sumringah. Mengenakan baju putih, Presiden pun langsung menyalamai semua warga yang berebut bisa berjabat tangan dengannya.
Jokowi pun juga rela mencelupkan kakinya di lumpur sawah. "Iya ayo-ayo salaman. Sini-sini siapa lagi yang ingin bersalaman," sapa Jokowi merakyat didampingi Gubernur Jawa Timur, Soekarwo dibelakangnya, demikian dilaporkan
Tribunnews (6/3).
Mahasiswa Demo
Masih di kota yang sama, mahasiswa melakukan demo sambut Jokowi tiba di Ponorogo.
Seperti dilansir dari
Beritajatim, demo mahasiswa Ponorogo yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) saat kedatangan Presiden Jokowi diwarnai kericuhan dengan petugas keamanan.
Aksi demo tersebut terjadi di kawasan Kelurahan Ronowijayan, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo. Panasnya tensi membuat sejumlah mahasiswa nyaris baku hantam dengan sejumlah petugas gabungan dari kepolisian setempat yang mengawal jalannya demo.
Awalnya demo berlangsung dengan tertib, massa melakukan longmarc sambil berorasi menuju ke lokasi panen raya di Desa Jetis. Namun aksi PMII tersebut terhalang oleh petugas keamanan yang bersiaga.
Merasa niatnya tidak terlaksana untuk mendekat ke wilayah panen raya, masa mulai terlibat pertikaian dengan petugas kepolisian yang berjaga. Akibatnya ada beberapa mahasiswa terluka dan tiga orang mahasiswa yang diduga menjadi profokator diamankan petugas.
Sementara itu, salah satu mahasiswa Nanang yang lemas setelah bentrok dengan pihak kepolisian mengaku jika ia ditendang oleh sedikitnya lima orang. "Selangkangan saya ditendang oleh lima orang, saya sudah lemas, pak, tidak kuat," ujarnya sambil terengah-engah.
Dalam orasinya, massa merasa kecewa dengan kepemimpinan Joko Widodo. Alasannya karena dalam pemerintahan PDI-P yang baru sesaat ini, harga BBM sempat naik bahkan harga beras juga ikut melambung. [sal]